Assalamualaikum wr. wb.,
Teman-teman MIPA 2009,,
Jangan Lupa..
Jumat, 28 Mei 2010 ada UAS MAI 2010
Jam 8 pagi sampai dengan selesai,, di PSBJ Fakultas Sastra Unpad
DressCode:
- ikhwan : baju berkerah, celana panjang
- akhwat : rok panjang, kerudung rapi
Yang Perlu Dibawa:
- al-qur'an
- alat shalat
- makanan berat (bagi yang belum membayar kas Rp.5000 untuk makan siang)
Alert:
- Tidak ada UAS susulan...!!
- Tes nya berupa tulisan dan lisan.
Jangan lupa untuk sarapan pagi lebih dulu ya...!!
SEMANGAT...!!
Rabu, 26 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
Mentoring Gabungan dan UAS MAI 2010
Assalamualaikum,
Teman-teman MIPA 2009,,
Inyaallah, MAI 2010 kali ini akan mengadakan acara Mentoring Gabungan se-MIPA. Disini kalian semua bisa bertemu teman-teman mipa muslim 2009. Acaranya bakalan seru dan ga bikin menyesal... Mentoring Gabungan ini kita adain tanggal 13 Mei 2010.. Dicatat ya tanggalnya..!
Terus, masih ada lagi nih, teman-teman.. Mohon diagendakan ya, tanggal 28 Mei 2010 kalian akan ngejalanin yang namanya UAS MAI.. Siap-siap ya, jangan sampai nggak datang,,
Untuk tempat dan waktu mulai, akan diberitahu lewat publikasi selanjutnya...
Wassalam,,
Teman-teman MIPA 2009,,
Inyaallah, MAI 2010 kali ini akan mengadakan acara Mentoring Gabungan se-MIPA. Disini kalian semua bisa bertemu teman-teman mipa muslim 2009. Acaranya bakalan seru dan ga bikin menyesal... Mentoring Gabungan ini kita adain tanggal 13 Mei 2010.. Dicatat ya tanggalnya..!
Terus, masih ada lagi nih, teman-teman.. Mohon diagendakan ya, tanggal 28 Mei 2010 kalian akan ngejalanin yang namanya UAS MAI.. Siap-siap ya, jangan sampai nggak datang,,
Untuk tempat dan waktu mulai, akan diberitahu lewat publikasi selanjutnya...
Wassalam,,
Rabu, 21 April 2010
UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK
Assalamualaikum,, teman-teman MIPA 2009,
Acara UTS MAI 2010 ini bukan acara UTS biasa-biasa aja loh...
Di acara ini, ada acara UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK..
UNJUK KABISA,,
Masing-masing angkatan 2009 mengirimkan wakilnya masing-masing (1kelompok, jumlah anggota 2orang atau lebih). Nah, wakilnya ini harus menampilkan seni Islami,, boleh nasyid, instrumen musik, puisi dll.
LOMBA MASAK,,
Eits,,masaknya bukan pas UTS, tapi masakan harus sudah jadi dan siap dimakan saat UTS. Syaratnya, harus makanan berat (bukan batu digoreng ^^... red.). Lomba ini tiap angkatan ya...
Pertanyaan lebih lanjut, bisa hubungi CP acara yang tertera dalam liflet publikasi UTS MAI..
Wassalam,,
Acara UTS MAI 2010 ini bukan acara UTS biasa-biasa aja loh...
Di acara ini, ada acara UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK..
UNJUK KABISA,,
Masing-masing angkatan 2009 mengirimkan wakilnya masing-masing (1kelompok, jumlah anggota 2orang atau lebih). Nah, wakilnya ini harus menampilkan seni Islami,, boleh nasyid, instrumen musik, puisi dll.
LOMBA MASAK,,
Eits,,masaknya bukan pas UTS, tapi masakan harus sudah jadi dan siap dimakan saat UTS. Syaratnya, harus makanan berat (bukan batu digoreng ^^... red.). Lomba ini tiap angkatan ya...
Pertanyaan lebih lanjut, bisa hubungi CP acara yang tertera dalam liflet publikasi UTS MAI..
Wassalam,,
UTS MAI
Bismillah..
Assalamuailaikum, teman-teman MAI semuanya..
Insya allah, Ujian Tengah Semester MAI 2010 akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 24 April 2010.
Pukul 07.30-12.30 di wilayah kampus Unpad Jatinangor *
Mohon diagendakan untuk hadir dan tepat waktu..
Ada juga acara UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK dari masing-masing jurusan..
Semoga teman-teman MIPA angkatan 2009 bisa hadir seluruhnya, dan bisa menjalankan ujian ini dengan baik..amin.
* Untuk fix tempat akan diberitahukan melalui jarkom angkatan secepatnya.
Assalamuailaikum, teman-teman MAI semuanya..
Insya allah, Ujian Tengah Semester MAI 2010 akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 24 April 2010.
Pukul 07.30-12.30 di wilayah kampus Unpad Jatinangor *
Mohon diagendakan untuk hadir dan tepat waktu..
Ada juga acara UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK dari masing-masing jurusan..
Semoga teman-teman MIPA angkatan 2009 bisa hadir seluruhnya, dan bisa menjalankan ujian ini dengan baik..amin.
* Untuk fix tempat akan diberitahukan melalui jarkom angkatan secepatnya.
Rabu, 14 April 2010
BAB IX ISLAM & ILMU PENGETAHUAN (SAINS)
MATERI
1. Korelasi Harmonis Antara Al Quran dan Ilmu Pengetahuan (SAINS)
• Alam Cakrawala
(Q.S. Al-Waaqi’ah :75-76), (Q.S. Adz-Dzariyat :47-48)
• Alam Tumbuhan & serangga
(Q.S. Ar-Ra’du : 4), (Q.S. Luqman :11)
(Q.S. Al-Hajj :73-74), (Q.S. Fushilat :53)
• Dll.
2. Keberhasilan Ilmuwan Muslim di masa silam
(Q.S. Faathir :9), (Q.S. Al-Mujaadalah:11)
“Kelebihan Orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang beribadah ialah laksana kelebihan bulan purnama dari sekian bintang.-bintang (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa’i)
Rasulullah bersabda :
“Barangsiapa menghendaki keberhasilan untuk dunia maka raihlah dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keberhasilan untuk akhirat maka raihlah dengan ilmu, dan barangsiapa menghendaki keduanya maka raihlah keduanya pula dengan ilmu.”
“Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala dari orang yang mengamalkannya dengan tidak berkurang sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR. Ibnu Majah)
1. Korelasi Harmonis Antara Al Quran dan Ilmu Pengetahuan (SAINS)
• Alam Cakrawala
(Q.S. Al-Waaqi’ah :75-76), (Q.S. Adz-Dzariyat :47-48)
• Alam Tumbuhan & serangga
(Q.S. Ar-Ra’du : 4), (Q.S. Luqman :11)
(Q.S. Al-Hajj :73-74), (Q.S. Fushilat :53)
• Dll.
2. Keberhasilan Ilmuwan Muslim di masa silam
(Q.S. Faathir :9), (Q.S. Al-Mujaadalah:11)
“Kelebihan Orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang beribadah ialah laksana kelebihan bulan purnama dari sekian bintang.-bintang (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa’i)
Rasulullah bersabda :
“Barangsiapa menghendaki keberhasilan untuk dunia maka raihlah dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keberhasilan untuk akhirat maka raihlah dengan ilmu, dan barangsiapa menghendaki keduanya maka raihlah keduanya pula dengan ilmu.”
“Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala dari orang yang mengamalkannya dengan tidak berkurang sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR. Ibnu Majah)
BAB VIII GENERASI HARAPAN
Pemuda dalam Islam
“Gunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima (uzur), yakni : masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, kekayaanmu sebelum datang miskin atau fakir, masa hidupmu sebelum matimu, waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu”. (Hadist Ibnu Abbas RA. Riwayat Al Hakim)
“Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Ada dua nikmat dimana manusia banyak tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan kesempatan”. (HR. Bukhari)
“Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari yang tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya … (satu diantaranya ialah) pemuda yang sejak kecil selalu beribadah kepada Allah”. (HR.Syaikhoni)
QS.Ali Imran : 110
Bekal yang harus dimiliki pemuda Islam
Bekal aqidah yang kuat (saliimul ‘aqidah) (QS. Al Baqarah : 197).
Ibadah yang benar (shalihul ‘ibadah). Terdiri dari dua faktor yaitu pola atau bentuknya dan konsistensi atau kesungguhan dalam melaksanakannya dimanapun dan dalam kondisi apapun (QS. Al Bayyinah : 5).
Sempurna akhlak (matiinul khuluq) (QS. An Nisaa : 86).
Kematangan intelektual (mutsaqqoful fikri) (QS. Al Baqarah : 256).
Jasad yang kuat (qowiyyul jismi) (QS. Al Anfal : 60).
Teratur dan cermat dalam berkarya (Munazhzhomun fii syu’unihi)
“Setiap manusia bekerja, maka ada yang menjual dirinya dengan bekerja berat untuk keselamatannya atau kecelakaannya”. (HR.Muslim)
Memperhatikan waktu (hariitsun ‘ala waqtihi) (QS.Alam Nasyrah : 7)
Bermanfaat bagi orang lain (naafi’un lil ghairi)
“Dari Abi Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al-Khudri ra. bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda : “Janganlah engkau saling memudharatkan”. (HR.Ibnu Majah Daraquthni).
Peran pemuda Islam
Pemuda sebagai generasi penerus (QS. Al Baqarah : 132-133 ; QS.Al Furqan : 74 ; QS.Ath Thurr : 21).
Pemuda sebagai generasi pengganti (QS.Al Maidah : 54).
Pemuda sebagai generasi pembaharu atau reformer (QS. Maryam : 42).
Pemuda sebagai generasi penerus (QS. Al Baqarah : 132-133 ; QS.Al Furqan : 74 ; QS.Ath Thurr : 21).
Pemuda sebagai generasi pengganti (QS.Al Maidah : 54).
Pemuda sebagai generasi pembaharu atau reformer (QS. Maryam : 42).
“Gunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima (uzur), yakni : masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, kekayaanmu sebelum datang miskin atau fakir, masa hidupmu sebelum matimu, waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu”. (Hadist Ibnu Abbas RA. Riwayat Al Hakim)
“Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Ada dua nikmat dimana manusia banyak tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan kesempatan”. (HR. Bukhari)
“Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari yang tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya … (satu diantaranya ialah) pemuda yang sejak kecil selalu beribadah kepada Allah”. (HR.Syaikhoni)
QS.Ali Imran : 110
Bekal yang harus dimiliki pemuda Islam
Bekal aqidah yang kuat (saliimul ‘aqidah) (QS. Al Baqarah : 197).
Ibadah yang benar (shalihul ‘ibadah). Terdiri dari dua faktor yaitu pola atau bentuknya dan konsistensi atau kesungguhan dalam melaksanakannya dimanapun dan dalam kondisi apapun (QS. Al Bayyinah : 5).
Sempurna akhlak (matiinul khuluq) (QS. An Nisaa : 86).
Kematangan intelektual (mutsaqqoful fikri) (QS. Al Baqarah : 256).
Jasad yang kuat (qowiyyul jismi) (QS. Al Anfal : 60).
Teratur dan cermat dalam berkarya (Munazhzhomun fii syu’unihi)
“Setiap manusia bekerja, maka ada yang menjual dirinya dengan bekerja berat untuk keselamatannya atau kecelakaannya”. (HR.Muslim)
Memperhatikan waktu (hariitsun ‘ala waqtihi) (QS.Alam Nasyrah : 7)
Bermanfaat bagi orang lain (naafi’un lil ghairi)
“Dari Abi Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al-Khudri ra. bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda : “Janganlah engkau saling memudharatkan”. (HR.Ibnu Majah Daraquthni).
Peran pemuda Islam
Pemuda sebagai generasi penerus (QS. Al Baqarah : 132-133 ; QS.Al Furqan : 74 ; QS.Ath Thurr : 21).
Pemuda sebagai generasi pengganti (QS.Al Maidah : 54).
Pemuda sebagai generasi pembaharu atau reformer (QS. Maryam : 42).
Pemuda sebagai generasi penerus (QS. Al Baqarah : 132-133 ; QS.Al Furqan : 74 ; QS.Ath Thurr : 21).
Pemuda sebagai generasi pengganti (QS.Al Maidah : 54).
Pemuda sebagai generasi pembaharu atau reformer (QS. Maryam : 42).
BAB VII TUNTUNAN BERGAUL
Pergaulan dalam Pandangan Islam
Sebenarnya bagi kaum muslimin bukanlah hal yang sulit mencari sebuah formula dalam pergaulan. Islam dengan karakteristik ajarannya yang lengkap dan sempurna telah memberikan tuntunan mengenai hal ini. Suatu hal yang harus kita sadari adalah Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah kemanusian. Ketertarikan seseorang kepada lawan jenis adalah fitrah insani yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya (QS. Ali Imran : 14).
Beberapa aturan Islam berkaitan dengan masalah pergaulan :
1. Menjaga Pandangan (QS. An Nur :30-31)
“Tidaklah seorang muslim sedang melihat keindahan wanita kemudian ia menundukan pandangannya, keculi Allah akan menggantinya dengan ibadah yang ia dapatkan kemanisannya.” (HR. Ahmad)
“Semua mata di hari kiamat akan menangis, kecuali mata yang menunduk atas apa yang diharamkan Allah SWT, mata yang terjaga di jalan Allah SWT dan mata yang menangis karena takut pd Allah.” (HR. Ibnu Abi Dunya).
2. Menutup aurat secara sempurna (QS. Al Ahzab : 59)
“ Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya kecuali ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjuk kepada muka dan telapak tangan hingga pergelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah).
Dari Abu Sa’ad ra. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat sesama lelaki, begitu pula seorang wanita tidak boleh aurat sesama wanita. Seorang laki-laki tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesama lelaki dalam satu selimut, begitu pula seorang wanita tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesama wanita dalam satu selimut.” (HR. Muslim).
3. Bagi wanita diperintahkan untuk tidak berlembut-lembut suara dihadapan laki-laki bukan mahramnya (QS. Al Ahzab : 32).
4. Dilarang bagi wanita bepergian sendirian tanpa mahramnya sejauh perjalanan satu hari.
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “ Tidak halal bagi seorang wanita beriman kepada Allah dan hari Akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalam kecuali dengan muhrimnya.” (HR. Bukhari).
5. Dilarang berkhalwat (berdua-duaan antara pria dan wanita ditempat yang sepi).
Dari Ibnu Abbas ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Jangan sekali-kali salah seorang diantara kalian bersunyi-sunyi dengan perempuan lain, kecuali disertai muhrimhya” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Laki-laki dilarang berhias menyerupai perempuan dan begitu sebaliknya.
Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah SAW bersabda : “ Rasulullah melaknat kaum laki-laki yang suka menyerupai kaum wanita dan melaknat kaum wanita yang suka menyerupai kaum laki-laki.” (HR. Bukhari).
7. Islam menganjurkan menikah di usia muda bagi yang mampu dan shaum bagi yang tidak mampu (ringkasan tafsir Ibnu Katsir Fizhilal Qur’an, Abdul Aziz Abdul Ra’uf Al Hafidz).
“Wahai pemuda sekalian, barang siapa diantara kamu yang mampu menikah, maka nikahlah, sesungguhnya nikah itu bagimu dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, maka jika kamu belum sanggup berpuasalah, sesungguhnya puasa itu sebagai perisai”. (HR. Muttafaaqun alaihi).
Betapa Islam merupakan agama yang selalu menjaga kesucian diri pemeluknya. Dan termasuk orang-orang yang beruntunglah mereka yang menjaga kesucian dirinya (QS. Al Mu’minun : 1-5).
Sebenarnya bagi kaum muslimin bukanlah hal yang sulit mencari sebuah formula dalam pergaulan. Islam dengan karakteristik ajarannya yang lengkap dan sempurna telah memberikan tuntunan mengenai hal ini. Suatu hal yang harus kita sadari adalah Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah kemanusian. Ketertarikan seseorang kepada lawan jenis adalah fitrah insani yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya (QS. Ali Imran : 14).
Beberapa aturan Islam berkaitan dengan masalah pergaulan :
1. Menjaga Pandangan (QS. An Nur :30-31)
“Tidaklah seorang muslim sedang melihat keindahan wanita kemudian ia menundukan pandangannya, keculi Allah akan menggantinya dengan ibadah yang ia dapatkan kemanisannya.” (HR. Ahmad)
“Semua mata di hari kiamat akan menangis, kecuali mata yang menunduk atas apa yang diharamkan Allah SWT, mata yang terjaga di jalan Allah SWT dan mata yang menangis karena takut pd Allah.” (HR. Ibnu Abi Dunya).
2. Menutup aurat secara sempurna (QS. Al Ahzab : 59)
“ Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya kecuali ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjuk kepada muka dan telapak tangan hingga pergelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah).
Dari Abu Sa’ad ra. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat sesama lelaki, begitu pula seorang wanita tidak boleh aurat sesama wanita. Seorang laki-laki tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesama lelaki dalam satu selimut, begitu pula seorang wanita tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesama wanita dalam satu selimut.” (HR. Muslim).
3. Bagi wanita diperintahkan untuk tidak berlembut-lembut suara dihadapan laki-laki bukan mahramnya (QS. Al Ahzab : 32).
4. Dilarang bagi wanita bepergian sendirian tanpa mahramnya sejauh perjalanan satu hari.
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “ Tidak halal bagi seorang wanita beriman kepada Allah dan hari Akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalam kecuali dengan muhrimnya.” (HR. Bukhari).
5. Dilarang berkhalwat (berdua-duaan antara pria dan wanita ditempat yang sepi).
Dari Ibnu Abbas ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Jangan sekali-kali salah seorang diantara kalian bersunyi-sunyi dengan perempuan lain, kecuali disertai muhrimhya” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Laki-laki dilarang berhias menyerupai perempuan dan begitu sebaliknya.
Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah SAW bersabda : “ Rasulullah melaknat kaum laki-laki yang suka menyerupai kaum wanita dan melaknat kaum wanita yang suka menyerupai kaum laki-laki.” (HR. Bukhari).
7. Islam menganjurkan menikah di usia muda bagi yang mampu dan shaum bagi yang tidak mampu (ringkasan tafsir Ibnu Katsir Fizhilal Qur’an, Abdul Aziz Abdul Ra’uf Al Hafidz).
“Wahai pemuda sekalian, barang siapa diantara kamu yang mampu menikah, maka nikahlah, sesungguhnya nikah itu bagimu dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, maka jika kamu belum sanggup berpuasalah, sesungguhnya puasa itu sebagai perisai”. (HR. Muttafaaqun alaihi).
Betapa Islam merupakan agama yang selalu menjaga kesucian diri pemeluknya. Dan termasuk orang-orang yang beruntunglah mereka yang menjaga kesucian dirinya (QS. Al Mu’minun : 1-5).
Langganan:
Postingan (Atom)