Assalamualaikum wr. wb.,
Teman-teman MIPA 2009,,
Jangan Lupa..
Jumat, 28 Mei 2010 ada UAS MAI 2010
Jam 8 pagi sampai dengan selesai,, di PSBJ Fakultas Sastra Unpad
DressCode:
- ikhwan : baju berkerah, celana panjang
- akhwat : rok panjang, kerudung rapi
Yang Perlu Dibawa:
- al-qur'an
- alat shalat
- makanan berat (bagi yang belum membayar kas Rp.5000 untuk makan siang)
Alert:
- Tidak ada UAS susulan...!!
- Tes nya berupa tulisan dan lisan.
Jangan lupa untuk sarapan pagi lebih dulu ya...!!
SEMANGAT...!!
Rabu, 26 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
Mentoring Gabungan dan UAS MAI 2010
Assalamualaikum,
Teman-teman MIPA 2009,,
Inyaallah, MAI 2010 kali ini akan mengadakan acara Mentoring Gabungan se-MIPA. Disini kalian semua bisa bertemu teman-teman mipa muslim 2009. Acaranya bakalan seru dan ga bikin menyesal... Mentoring Gabungan ini kita adain tanggal 13 Mei 2010.. Dicatat ya tanggalnya..!
Terus, masih ada lagi nih, teman-teman.. Mohon diagendakan ya, tanggal 28 Mei 2010 kalian akan ngejalanin yang namanya UAS MAI.. Siap-siap ya, jangan sampai nggak datang,,
Untuk tempat dan waktu mulai, akan diberitahu lewat publikasi selanjutnya...
Wassalam,,
Teman-teman MIPA 2009,,
Inyaallah, MAI 2010 kali ini akan mengadakan acara Mentoring Gabungan se-MIPA. Disini kalian semua bisa bertemu teman-teman mipa muslim 2009. Acaranya bakalan seru dan ga bikin menyesal... Mentoring Gabungan ini kita adain tanggal 13 Mei 2010.. Dicatat ya tanggalnya..!
Terus, masih ada lagi nih, teman-teman.. Mohon diagendakan ya, tanggal 28 Mei 2010 kalian akan ngejalanin yang namanya UAS MAI.. Siap-siap ya, jangan sampai nggak datang,,
Untuk tempat dan waktu mulai, akan diberitahu lewat publikasi selanjutnya...
Wassalam,,
Rabu, 21 April 2010
UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK
Assalamualaikum,, teman-teman MIPA 2009,
Acara UTS MAI 2010 ini bukan acara UTS biasa-biasa aja loh...
Di acara ini, ada acara UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK..
UNJUK KABISA,,
Masing-masing angkatan 2009 mengirimkan wakilnya masing-masing (1kelompok, jumlah anggota 2orang atau lebih). Nah, wakilnya ini harus menampilkan seni Islami,, boleh nasyid, instrumen musik, puisi dll.
LOMBA MASAK,,
Eits,,masaknya bukan pas UTS, tapi masakan harus sudah jadi dan siap dimakan saat UTS. Syaratnya, harus makanan berat (bukan batu digoreng ^^... red.). Lomba ini tiap angkatan ya...
Pertanyaan lebih lanjut, bisa hubungi CP acara yang tertera dalam liflet publikasi UTS MAI..
Wassalam,,
Acara UTS MAI 2010 ini bukan acara UTS biasa-biasa aja loh...
Di acara ini, ada acara UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK..
UNJUK KABISA,,
Masing-masing angkatan 2009 mengirimkan wakilnya masing-masing (1kelompok, jumlah anggota 2orang atau lebih). Nah, wakilnya ini harus menampilkan seni Islami,, boleh nasyid, instrumen musik, puisi dll.
LOMBA MASAK,,
Eits,,masaknya bukan pas UTS, tapi masakan harus sudah jadi dan siap dimakan saat UTS. Syaratnya, harus makanan berat (bukan batu digoreng ^^... red.). Lomba ini tiap angkatan ya...
Pertanyaan lebih lanjut, bisa hubungi CP acara yang tertera dalam liflet publikasi UTS MAI..
Wassalam,,
UTS MAI
Bismillah..
Assalamuailaikum, teman-teman MAI semuanya..
Insya allah, Ujian Tengah Semester MAI 2010 akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 24 April 2010.
Pukul 07.30-12.30 di wilayah kampus Unpad Jatinangor *
Mohon diagendakan untuk hadir dan tepat waktu..
Ada juga acara UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK dari masing-masing jurusan..
Semoga teman-teman MIPA angkatan 2009 bisa hadir seluruhnya, dan bisa menjalankan ujian ini dengan baik..amin.
* Untuk fix tempat akan diberitahukan melalui jarkom angkatan secepatnya.
Assalamuailaikum, teman-teman MAI semuanya..
Insya allah, Ujian Tengah Semester MAI 2010 akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 24 April 2010.
Pukul 07.30-12.30 di wilayah kampus Unpad Jatinangor *
Mohon diagendakan untuk hadir dan tepat waktu..
Ada juga acara UNJUK KABISA dan LOMBA MASAK dari masing-masing jurusan..
Semoga teman-teman MIPA angkatan 2009 bisa hadir seluruhnya, dan bisa menjalankan ujian ini dengan baik..amin.
* Untuk fix tempat akan diberitahukan melalui jarkom angkatan secepatnya.
Rabu, 14 April 2010
BAB IX ISLAM & ILMU PENGETAHUAN (SAINS)
MATERI
1. Korelasi Harmonis Antara Al Quran dan Ilmu Pengetahuan (SAINS)
• Alam Cakrawala
(Q.S. Al-Waaqi’ah :75-76), (Q.S. Adz-Dzariyat :47-48)
• Alam Tumbuhan & serangga
(Q.S. Ar-Ra’du : 4), (Q.S. Luqman :11)
(Q.S. Al-Hajj :73-74), (Q.S. Fushilat :53)
• Dll.
2. Keberhasilan Ilmuwan Muslim di masa silam
(Q.S. Faathir :9), (Q.S. Al-Mujaadalah:11)
“Kelebihan Orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang beribadah ialah laksana kelebihan bulan purnama dari sekian bintang.-bintang (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa’i)
Rasulullah bersabda :
“Barangsiapa menghendaki keberhasilan untuk dunia maka raihlah dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keberhasilan untuk akhirat maka raihlah dengan ilmu, dan barangsiapa menghendaki keduanya maka raihlah keduanya pula dengan ilmu.”
“Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala dari orang yang mengamalkannya dengan tidak berkurang sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR. Ibnu Majah)
1. Korelasi Harmonis Antara Al Quran dan Ilmu Pengetahuan (SAINS)
• Alam Cakrawala
(Q.S. Al-Waaqi’ah :75-76), (Q.S. Adz-Dzariyat :47-48)
• Alam Tumbuhan & serangga
(Q.S. Ar-Ra’du : 4), (Q.S. Luqman :11)
(Q.S. Al-Hajj :73-74), (Q.S. Fushilat :53)
• Dll.
2. Keberhasilan Ilmuwan Muslim di masa silam
(Q.S. Faathir :9), (Q.S. Al-Mujaadalah:11)
“Kelebihan Orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang beribadah ialah laksana kelebihan bulan purnama dari sekian bintang.-bintang (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa’i)
Rasulullah bersabda :
“Barangsiapa menghendaki keberhasilan untuk dunia maka raihlah dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keberhasilan untuk akhirat maka raihlah dengan ilmu, dan barangsiapa menghendaki keduanya maka raihlah keduanya pula dengan ilmu.”
“Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala dari orang yang mengamalkannya dengan tidak berkurang sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR. Ibnu Majah)
BAB VIII GENERASI HARAPAN
Pemuda dalam Islam
“Gunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima (uzur), yakni : masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, kekayaanmu sebelum datang miskin atau fakir, masa hidupmu sebelum matimu, waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu”. (Hadist Ibnu Abbas RA. Riwayat Al Hakim)
“Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Ada dua nikmat dimana manusia banyak tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan kesempatan”. (HR. Bukhari)
“Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari yang tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya … (satu diantaranya ialah) pemuda yang sejak kecil selalu beribadah kepada Allah”. (HR.Syaikhoni)
QS.Ali Imran : 110
Bekal yang harus dimiliki pemuda Islam
Bekal aqidah yang kuat (saliimul ‘aqidah) (QS. Al Baqarah : 197).
Ibadah yang benar (shalihul ‘ibadah). Terdiri dari dua faktor yaitu pola atau bentuknya dan konsistensi atau kesungguhan dalam melaksanakannya dimanapun dan dalam kondisi apapun (QS. Al Bayyinah : 5).
Sempurna akhlak (matiinul khuluq) (QS. An Nisaa : 86).
Kematangan intelektual (mutsaqqoful fikri) (QS. Al Baqarah : 256).
Jasad yang kuat (qowiyyul jismi) (QS. Al Anfal : 60).
Teratur dan cermat dalam berkarya (Munazhzhomun fii syu’unihi)
“Setiap manusia bekerja, maka ada yang menjual dirinya dengan bekerja berat untuk keselamatannya atau kecelakaannya”. (HR.Muslim)
Memperhatikan waktu (hariitsun ‘ala waqtihi) (QS.Alam Nasyrah : 7)
Bermanfaat bagi orang lain (naafi’un lil ghairi)
“Dari Abi Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al-Khudri ra. bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda : “Janganlah engkau saling memudharatkan”. (HR.Ibnu Majah Daraquthni).
Peran pemuda Islam
Pemuda sebagai generasi penerus (QS. Al Baqarah : 132-133 ; QS.Al Furqan : 74 ; QS.Ath Thurr : 21).
Pemuda sebagai generasi pengganti (QS.Al Maidah : 54).
Pemuda sebagai generasi pembaharu atau reformer (QS. Maryam : 42).
Pemuda sebagai generasi penerus (QS. Al Baqarah : 132-133 ; QS.Al Furqan : 74 ; QS.Ath Thurr : 21).
Pemuda sebagai generasi pengganti (QS.Al Maidah : 54).
Pemuda sebagai generasi pembaharu atau reformer (QS. Maryam : 42).
“Gunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima (uzur), yakni : masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, kekayaanmu sebelum datang miskin atau fakir, masa hidupmu sebelum matimu, waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu”. (Hadist Ibnu Abbas RA. Riwayat Al Hakim)
“Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Ada dua nikmat dimana manusia banyak tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan kesempatan”. (HR. Bukhari)
“Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari yang tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya … (satu diantaranya ialah) pemuda yang sejak kecil selalu beribadah kepada Allah”. (HR.Syaikhoni)
QS.Ali Imran : 110
Bekal yang harus dimiliki pemuda Islam
Bekal aqidah yang kuat (saliimul ‘aqidah) (QS. Al Baqarah : 197).
Ibadah yang benar (shalihul ‘ibadah). Terdiri dari dua faktor yaitu pola atau bentuknya dan konsistensi atau kesungguhan dalam melaksanakannya dimanapun dan dalam kondisi apapun (QS. Al Bayyinah : 5).
Sempurna akhlak (matiinul khuluq) (QS. An Nisaa : 86).
Kematangan intelektual (mutsaqqoful fikri) (QS. Al Baqarah : 256).
Jasad yang kuat (qowiyyul jismi) (QS. Al Anfal : 60).
Teratur dan cermat dalam berkarya (Munazhzhomun fii syu’unihi)
“Setiap manusia bekerja, maka ada yang menjual dirinya dengan bekerja berat untuk keselamatannya atau kecelakaannya”. (HR.Muslim)
Memperhatikan waktu (hariitsun ‘ala waqtihi) (QS.Alam Nasyrah : 7)
Bermanfaat bagi orang lain (naafi’un lil ghairi)
“Dari Abi Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al-Khudri ra. bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda : “Janganlah engkau saling memudharatkan”. (HR.Ibnu Majah Daraquthni).
Peran pemuda Islam
Pemuda sebagai generasi penerus (QS. Al Baqarah : 132-133 ; QS.Al Furqan : 74 ; QS.Ath Thurr : 21).
Pemuda sebagai generasi pengganti (QS.Al Maidah : 54).
Pemuda sebagai generasi pembaharu atau reformer (QS. Maryam : 42).
Pemuda sebagai generasi penerus (QS. Al Baqarah : 132-133 ; QS.Al Furqan : 74 ; QS.Ath Thurr : 21).
Pemuda sebagai generasi pengganti (QS.Al Maidah : 54).
Pemuda sebagai generasi pembaharu atau reformer (QS. Maryam : 42).
BAB VII TUNTUNAN BERGAUL
Pergaulan dalam Pandangan Islam
Sebenarnya bagi kaum muslimin bukanlah hal yang sulit mencari sebuah formula dalam pergaulan. Islam dengan karakteristik ajarannya yang lengkap dan sempurna telah memberikan tuntunan mengenai hal ini. Suatu hal yang harus kita sadari adalah Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah kemanusian. Ketertarikan seseorang kepada lawan jenis adalah fitrah insani yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya (QS. Ali Imran : 14).
Beberapa aturan Islam berkaitan dengan masalah pergaulan :
1. Menjaga Pandangan (QS. An Nur :30-31)
“Tidaklah seorang muslim sedang melihat keindahan wanita kemudian ia menundukan pandangannya, keculi Allah akan menggantinya dengan ibadah yang ia dapatkan kemanisannya.” (HR. Ahmad)
“Semua mata di hari kiamat akan menangis, kecuali mata yang menunduk atas apa yang diharamkan Allah SWT, mata yang terjaga di jalan Allah SWT dan mata yang menangis karena takut pd Allah.” (HR. Ibnu Abi Dunya).
2. Menutup aurat secara sempurna (QS. Al Ahzab : 59)
“ Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya kecuali ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjuk kepada muka dan telapak tangan hingga pergelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah).
Dari Abu Sa’ad ra. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat sesama lelaki, begitu pula seorang wanita tidak boleh aurat sesama wanita. Seorang laki-laki tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesama lelaki dalam satu selimut, begitu pula seorang wanita tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesama wanita dalam satu selimut.” (HR. Muslim).
3. Bagi wanita diperintahkan untuk tidak berlembut-lembut suara dihadapan laki-laki bukan mahramnya (QS. Al Ahzab : 32).
4. Dilarang bagi wanita bepergian sendirian tanpa mahramnya sejauh perjalanan satu hari.
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “ Tidak halal bagi seorang wanita beriman kepada Allah dan hari Akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalam kecuali dengan muhrimnya.” (HR. Bukhari).
5. Dilarang berkhalwat (berdua-duaan antara pria dan wanita ditempat yang sepi).
Dari Ibnu Abbas ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Jangan sekali-kali salah seorang diantara kalian bersunyi-sunyi dengan perempuan lain, kecuali disertai muhrimhya” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Laki-laki dilarang berhias menyerupai perempuan dan begitu sebaliknya.
Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah SAW bersabda : “ Rasulullah melaknat kaum laki-laki yang suka menyerupai kaum wanita dan melaknat kaum wanita yang suka menyerupai kaum laki-laki.” (HR. Bukhari).
7. Islam menganjurkan menikah di usia muda bagi yang mampu dan shaum bagi yang tidak mampu (ringkasan tafsir Ibnu Katsir Fizhilal Qur’an, Abdul Aziz Abdul Ra’uf Al Hafidz).
“Wahai pemuda sekalian, barang siapa diantara kamu yang mampu menikah, maka nikahlah, sesungguhnya nikah itu bagimu dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, maka jika kamu belum sanggup berpuasalah, sesungguhnya puasa itu sebagai perisai”. (HR. Muttafaaqun alaihi).
Betapa Islam merupakan agama yang selalu menjaga kesucian diri pemeluknya. Dan termasuk orang-orang yang beruntunglah mereka yang menjaga kesucian dirinya (QS. Al Mu’minun : 1-5).
Sebenarnya bagi kaum muslimin bukanlah hal yang sulit mencari sebuah formula dalam pergaulan. Islam dengan karakteristik ajarannya yang lengkap dan sempurna telah memberikan tuntunan mengenai hal ini. Suatu hal yang harus kita sadari adalah Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah kemanusian. Ketertarikan seseorang kepada lawan jenis adalah fitrah insani yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya (QS. Ali Imran : 14).
Beberapa aturan Islam berkaitan dengan masalah pergaulan :
1. Menjaga Pandangan (QS. An Nur :30-31)
“Tidaklah seorang muslim sedang melihat keindahan wanita kemudian ia menundukan pandangannya, keculi Allah akan menggantinya dengan ibadah yang ia dapatkan kemanisannya.” (HR. Ahmad)
“Semua mata di hari kiamat akan menangis, kecuali mata yang menunduk atas apa yang diharamkan Allah SWT, mata yang terjaga di jalan Allah SWT dan mata yang menangis karena takut pd Allah.” (HR. Ibnu Abi Dunya).
2. Menutup aurat secara sempurna (QS. Al Ahzab : 59)
“ Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya kecuali ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjuk kepada muka dan telapak tangan hingga pergelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah).
Dari Abu Sa’ad ra. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat sesama lelaki, begitu pula seorang wanita tidak boleh aurat sesama wanita. Seorang laki-laki tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesama lelaki dalam satu selimut, begitu pula seorang wanita tidak boleh bersentuhan kulit dengan sesama wanita dalam satu selimut.” (HR. Muslim).
3. Bagi wanita diperintahkan untuk tidak berlembut-lembut suara dihadapan laki-laki bukan mahramnya (QS. Al Ahzab : 32).
4. Dilarang bagi wanita bepergian sendirian tanpa mahramnya sejauh perjalanan satu hari.
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “ Tidak halal bagi seorang wanita beriman kepada Allah dan hari Akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalam kecuali dengan muhrimnya.” (HR. Bukhari).
5. Dilarang berkhalwat (berdua-duaan antara pria dan wanita ditempat yang sepi).
Dari Ibnu Abbas ra. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “Jangan sekali-kali salah seorang diantara kalian bersunyi-sunyi dengan perempuan lain, kecuali disertai muhrimhya” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Laki-laki dilarang berhias menyerupai perempuan dan begitu sebaliknya.
Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah SAW bersabda : “ Rasulullah melaknat kaum laki-laki yang suka menyerupai kaum wanita dan melaknat kaum wanita yang suka menyerupai kaum laki-laki.” (HR. Bukhari).
7. Islam menganjurkan menikah di usia muda bagi yang mampu dan shaum bagi yang tidak mampu (ringkasan tafsir Ibnu Katsir Fizhilal Qur’an, Abdul Aziz Abdul Ra’uf Al Hafidz).
“Wahai pemuda sekalian, barang siapa diantara kamu yang mampu menikah, maka nikahlah, sesungguhnya nikah itu bagimu dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, maka jika kamu belum sanggup berpuasalah, sesungguhnya puasa itu sebagai perisai”. (HR. Muttafaaqun alaihi).
Betapa Islam merupakan agama yang selalu menjaga kesucian diri pemeluknya. Dan termasuk orang-orang yang beruntunglah mereka yang menjaga kesucian dirinya (QS. Al Mu’minun : 1-5).
BAB VI PROBLEMATIKA UMAT
Keadaan muslim saat ini memanglah hina dan berada di bawah kekuasaan musuh-musuh Islam. Muslim sebagai umat yang terbaik dan mulia ternyata tidak lagi tampak kemuliaannya di tengah manusia lain, bahkan tampak semakin terpuruk sebagai hasil keadaan jahiliyah yang semakin merajalela saat ini.
Umat Islam kehilangan kebanggaan akan peradabannya dan menjadi pengekor setia peradaban Barat. Kondisi ini membuat krisis keyakinan, kebingungan yang menyerang pikiran manusia. Sayangnya umat Islam asyik masuk terjebak candu peradaban Barat dan menutup mata bahwa umat Islam pernah jaya dan menjadi rujukan peradaban dunia. Secara umum terdapat dua faktor penyebab kemunduran umat Islam dewasa ini, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor Internal
Umat Islam lupa akan dirinya (QS. Ali-Imran : 110 dan QS. Al Hasyr : 19).
Dilihat dari kemajuan materi. Umat Islam masih menjadi umat yang bergantung pada bangsa lain. Hal ini dikarenakan umat Islam belum mampu menjadi produsen dan hanya mampu menjadi konsumen.
Umat Islam menyia-nyiakan kekuatan nya (QS. Al ‘Alaq : 1-5 dan QS. Ash Shaf : 2-3).
Faktor Eksternal (Ghazwul Harbi/Perang fisik, Ghazwul Fikri/Perang pemikiran, Ghazwul Tsaqofi/Perang kebudayaan, Ghazwul Isti’mary/Perang Penjajahan)
1. Menghancurkan khilafah Islamiyah turki utsmany dan menghancurkan persatuan umat Islam.
2. Memusnahkan Al Qur’an dan membuat umat Islam ragu akan agamanya.
3. Merusak akhlak dan hubungan mereka dengan Allah SWT.
4. Membangun sistem politik di dunia Islam.
5. Merintangi umat Islam untuk maju dalam industri dan tetap menjadikan mereka sebagai konsumen.
6. Merusak moral wanita dan menyebarluaskan penyelewengan sex melalui media informasi dan seni.
Solusinya
1. Kebangkitan pemikiran.
2. Kebangkitan perasaan dan emosi.
3. Kebangkitan amal dan perilaku.
4. Kebangkitan peran wanita Islam.
5. Kebangkitan pemuda.
6. Kebangkitan global (QS. Al Anbiya : 92).
Fenomena kebangkitan umat Islam ini pada dasarnya tidak akan berjalan dengan baik dan solid jika tidak ada pembinaan yang bekelanjutan terhadap umat Islam itu sendiri ( tarbiyah Islamiyah yang kontinue). Hal ini dikarenakan serangan-serangan penentang Islam akan datang kapan saja pada saat umat Islam lengah.
Umat Islam kehilangan kebanggaan akan peradabannya dan menjadi pengekor setia peradaban Barat. Kondisi ini membuat krisis keyakinan, kebingungan yang menyerang pikiran manusia. Sayangnya umat Islam asyik masuk terjebak candu peradaban Barat dan menutup mata bahwa umat Islam pernah jaya dan menjadi rujukan peradaban dunia. Secara umum terdapat dua faktor penyebab kemunduran umat Islam dewasa ini, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor Internal
Umat Islam lupa akan dirinya (QS. Ali-Imran : 110 dan QS. Al Hasyr : 19).
Dilihat dari kemajuan materi. Umat Islam masih menjadi umat yang bergantung pada bangsa lain. Hal ini dikarenakan umat Islam belum mampu menjadi produsen dan hanya mampu menjadi konsumen.
Umat Islam menyia-nyiakan kekuatan nya (QS. Al ‘Alaq : 1-5 dan QS. Ash Shaf : 2-3).
Faktor Eksternal (Ghazwul Harbi/Perang fisik, Ghazwul Fikri/Perang pemikiran, Ghazwul Tsaqofi/Perang kebudayaan, Ghazwul Isti’mary/Perang Penjajahan)
1. Menghancurkan khilafah Islamiyah turki utsmany dan menghancurkan persatuan umat Islam.
2. Memusnahkan Al Qur’an dan membuat umat Islam ragu akan agamanya.
3. Merusak akhlak dan hubungan mereka dengan Allah SWT.
4. Membangun sistem politik di dunia Islam.
5. Merintangi umat Islam untuk maju dalam industri dan tetap menjadikan mereka sebagai konsumen.
6. Merusak moral wanita dan menyebarluaskan penyelewengan sex melalui media informasi dan seni.
Solusinya
1. Kebangkitan pemikiran.
2. Kebangkitan perasaan dan emosi.
3. Kebangkitan amal dan perilaku.
4. Kebangkitan peran wanita Islam.
5. Kebangkitan pemuda.
6. Kebangkitan global (QS. Al Anbiya : 92).
Fenomena kebangkitan umat Islam ini pada dasarnya tidak akan berjalan dengan baik dan solid jika tidak ada pembinaan yang bekelanjutan terhadap umat Islam itu sendiri ( tarbiyah Islamiyah yang kontinue). Hal ini dikarenakan serangan-serangan penentang Islam akan datang kapan saja pada saat umat Islam lengah.
BAB V DI BAWAH NAUNGAN AL QUR’AN
Al Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada Rasul SAW, dengan mengenal Al Quran pada dalil-dalil naqli bahwa AL Quran sebagai kalam Allah SWT , mukjizat. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW disampaikan secara mutawatir segingga terpelihara keasliannya dan membaca Al-Qur’an adalah ibadah, maka akan menambah keyakinan kita akan keberadaan Al-Qur’an tersebut.
Dalam Al-Qur’an Allah SWT menyebut Al-Qur’an sendiri dengan berbagai nama. Setiap nama-nama tersebut memiliki makna yang memberikan tashawur terhadap sifat dan peranan yang dimiliki oleh Al-Qur’an sesuai dengan kandungannya. Dengan pengenalan nama-nama Al-Qur’an lebih mendalam, maka dapat menghapuskan prasangka bahwa Al-Qur’an itu hanyalah kitab biasa.
Fungsi dan Peranan Al-Qur’an
Menurut Abdul Aziz Abdul Rauf dalam bukunya Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur’an Daiyah ada 4 fungsi dan peranan Al-Qur’an antara lain :
1. Al-Qur’an adalah manhajul hayah (pedoman hidup) bagi seluruh manusia (QS. Al-Baqarah : 2).
2. Al-Qur’an adalah ruh bagi orang-orang yang beriman.
3. Al-Qur’an sebagai adz dzikir (peringatan) (QS. Al-Anbiya : 50).
4. Al-Qur’an sebagai sumber ilmu (QS. Al-Mujaadilah : 11).
Keutamaan Membaca Al Qur’an
1. Al Qur’an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an”. (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Merupakan ciri orang yang diberi ilmu (QS. Al Ankabut : 49).
3. Menjadi penolong (syafaat) bagi pembacanya.
4. Al Qur’an akan meninggikan derajat manusia di syurga.
5. Orang yang membaca Al Qur’an akan bersama malaikat yang setia lagi taat (QS. Faathir : 29).
Komitmen Muslim Terhadap Al Qur’an
1. Mengimani (QS. Al Maidah : 83).
2. Membaca, dengan tartil/sesuai dengan ketentuannya (QS. Al-Muzzammil : 4, QS. Al Baqarah : 121).
3. Mentadabburi, dengan mengulang-ulang bacaan ayat, meresapi kedalam hati, dan memahami maknanya (QS. An Nisaa : 82).
4. Menghafal.
5. Mengamalkan ilmu-ilmu nya dan hukum-hukum Al-Qur’an serta menyelaraskannya dalam kehidupan (QS. Al Jumu’ah : 5).
Dalam Al-Qur’an Allah SWT menyebut Al-Qur’an sendiri dengan berbagai nama. Setiap nama-nama tersebut memiliki makna yang memberikan tashawur terhadap sifat dan peranan yang dimiliki oleh Al-Qur’an sesuai dengan kandungannya. Dengan pengenalan nama-nama Al-Qur’an lebih mendalam, maka dapat menghapuskan prasangka bahwa Al-Qur’an itu hanyalah kitab biasa.
Fungsi dan Peranan Al-Qur’an
Menurut Abdul Aziz Abdul Rauf dalam bukunya Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur’an Daiyah ada 4 fungsi dan peranan Al-Qur’an antara lain :
1. Al-Qur’an adalah manhajul hayah (pedoman hidup) bagi seluruh manusia (QS. Al-Baqarah : 2).
2. Al-Qur’an adalah ruh bagi orang-orang yang beriman.
3. Al-Qur’an sebagai adz dzikir (peringatan) (QS. Al-Anbiya : 50).
4. Al-Qur’an sebagai sumber ilmu (QS. Al-Mujaadilah : 11).
Keutamaan Membaca Al Qur’an
1. Al Qur’an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an”. (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Merupakan ciri orang yang diberi ilmu (QS. Al Ankabut : 49).
3. Menjadi penolong (syafaat) bagi pembacanya.
4. Al Qur’an akan meninggikan derajat manusia di syurga.
5. Orang yang membaca Al Qur’an akan bersama malaikat yang setia lagi taat (QS. Faathir : 29).
Komitmen Muslim Terhadap Al Qur’an
1. Mengimani (QS. Al Maidah : 83).
2. Membaca, dengan tartil/sesuai dengan ketentuannya (QS. Al-Muzzammil : 4, QS. Al Baqarah : 121).
3. Mentadabburi, dengan mengulang-ulang bacaan ayat, meresapi kedalam hati, dan memahami maknanya (QS. An Nisaa : 82).
4. Menghafal.
5. Mengamalkan ilmu-ilmu nya dan hukum-hukum Al-Qur’an serta menyelaraskannya dalam kehidupan (QS. Al Jumu’ah : 5).
BAB IV MENGENAL RASUL
Kebutuhan manusia terhadap rasul
Setiap manusia diciptakan Allah SWT dengan fitrah, maka manusia itu bersih,suci,dan mempunyai kecenderungan yang baik dan ke arah positif yaitu kearah Islam.
Fitrah manusia diantaranya adalah:
1. Mengakui kewujudan atau keberadaan sang pencipta yaitu Allah SWT (QS.Al Mu’minun : 83-90).
2. Mengabdi atau menyembah kepada sang pencipta (QS. AL Baqarah : 21)
3. Hidup yang memiliki aturan (QS.Al Qasas : 50).
Fitrah manusia ini perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui petunjuk Al Quran dan panduan sunah yaitu dengan petunjuk rasul yang diantaranya adalah mengenal pencipta yang sebenarnya (QS. As Sajdah : 10), memberikan aturan atau pedoman kehidupan (QS. Ali Imran : 19). Ketika kita sudah dapat mengenal pencipta yang sebenarnya dan telah mengetahui pedoman kehidupan yang benar maka dengan mengikuti panduan rasul tersebut kita aka mendapati ibadah yang benar (QS.Al Anbiya : 25)
Definisi Rasul
Rasul adalah seorang laki-laki yang terpilih dan yang diutus Allah SWT dengan risalah kepada manusia. Rasul merupakan manusia terbaik diantara manusia lainnya, sehingga apa yang dibawa, dibincangkan, dan dilakukan adalah sesuatu yang terpilih dan mulia dibanding dengan manusia lainnya. Fungsi rasul adalah pembawa risalah dan tauladan dalam melaksanakan risalah. Dalam mengenal rasul yang menjalankan peranan pembawa risalah, maka kita perlu mengenal tanda-tanda kerasulan diantaranya adalah :
1. Sifat-sifat yang asas atau mendasar (QS.Al Qalam : 4)
2. Mukjizat (Al Qamar : 1 dan QS.Al Hijr : 9)
3. Berita kedatangannya (Q.S As Saf : 6)
4. Berita kenabian (QS.Al Furqan : 30)
5. Hasil-hasil perbuatannya (QS. Al An’am : 122)
Arti penting keberadaan Rasul
Pembawa risalah yang merupakan rangkaian tak terpisahkan dan berintikan tugas pokok yaitu menegakkan agama Allah (QS. 26 : 13).
Rasul diutus Allah dengan membawa risalah(wahyu) (QS. 12 : 109).
Rasul juga memebawa misi untuk mengajak manusia beribadah kepada Allah (QS. 16 :36).
Peranan dan tugas Rasul
Menyeru manusia untuk menyembah kepada Allah saja (QS. 21 : 25).
Sebagai teladan yang baik (QS. 33 : 21).
Menyampaikan perintah dan larangan Allah kepada manusia.
Menuntun, menunjukkan, membimbing manusia ke jalan yang lurus (QS. 48 : 28).
Memberi peringatan dan kabar gembira kepada manusia (QS. 7 : 188).
Memberi peringatan pada manusia akan tempat kembalinya setelah hidup di dunia, dan memberitahukan peristiwa-peristiwa yang akan mereka hadapi setelah mati (QS. 42 : 42)
Mematahkan alasan manusia yang hendak lari dari tanggungjawab pada hari kiamat (QS. 4 : 165)
Sifat-sifat Rasul
1. Manusia sempurna (QS. Al Furqan : 8)
2. Ma’sum, terpelihara dari kesalahan (QS. Al Maidah : 67)
3. Shiddiq, benar (QS.Az Zumar : 33 dan QS. An-Najm : 3-4)
4. Fathanah, cerdas (QS. Al Fath : 27)
5. Amanah (QS. An Nisa : 58)
6. Tabligh, menyampaikan (QS. Al Maidah : 67)
7. Komitmen yang sempurna (QS. Al Isra : 73)
Kewajiban kita kepada Rasulullah
Kewajiban terhadap risalah Rasul :
1. Membenarkan apa yang dikabarkannya (QS. Az Zumar : 33)
2. Menaati semua perintahnya (QS. An Nur : 51)
3. Menjauhi apa yang dilarangnya (QS. An Hasyr : 7)
4. Tidak dikatakan ibadah kecuali dengan mengikuti syari’atnya (QS. An Nisa : 80)
Kewajiban terhadap Rasul
1. Mengimaninya (QS. Ali Imran : 130)
2. Mencintainya
3. Mengagungkannya (QS. Al Fath : 7)
4. Membelanya (QS. At Taubah : 40)
5. Menghidupkan sunnahnya (QS. Ali Imran : 130)
6. Memperbanyak shalawat (QS. AL Ahzab : 56)
7. Mengikutinya (QS. Ali Imran : 31)
8. Mewarisi risalahnya (QS. Al Fath : 28)
Rasulullah Muhammad SAW
Karakteristik perjuangan dan dakwah Rasul.
Karakteristik Rasul merupakan kepribadian agung yang mencakup segala aspek kehidupan.
Keistimewaan Nabi Muhammad SAW :
Penutup para nabi dan rasul (QS. 33 : 40).
Diutus untuk seluruh manusia, bukan hanya untuk kaum tertentu (QS. 34 : 28).
Diutus hingga hari kiamat (risalahnya berlaku sampai hari kiamat tiba).
Rahmat bagi semesta alam (QS. 21 : 107).
Menyempurnakan ajaran-ajaran yang terdahulu (QS. 2 : 106).
Akhlaq Rasulullah (QS. 3 : 159 dan QS. 9 : 128)
“Akhlaq Rasul adalah Al Qur’an”
Hasil mengikuti ajaran Rasulullah SAW
Kebaikan di dunia adalah dicintai Allah SWT, mendapat petunjuk dari Allah, mendapatkan kemuliaan dan ketenangan. Kebaikan di akhirat mendapatkan syafaat, bercahaya wajahnya, bersama dengan Rasulullah, bersama dengan para orang yang baik lainnya dan mendapatkan kemenangan.
Setiap manusia diciptakan Allah SWT dengan fitrah, maka manusia itu bersih,suci,dan mempunyai kecenderungan yang baik dan ke arah positif yaitu kearah Islam.
Fitrah manusia diantaranya adalah:
1. Mengakui kewujudan atau keberadaan sang pencipta yaitu Allah SWT (QS.Al Mu’minun : 83-90).
2. Mengabdi atau menyembah kepada sang pencipta (QS. AL Baqarah : 21)
3. Hidup yang memiliki aturan (QS.Al Qasas : 50).
Fitrah manusia ini perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui petunjuk Al Quran dan panduan sunah yaitu dengan petunjuk rasul yang diantaranya adalah mengenal pencipta yang sebenarnya (QS. As Sajdah : 10), memberikan aturan atau pedoman kehidupan (QS. Ali Imran : 19). Ketika kita sudah dapat mengenal pencipta yang sebenarnya dan telah mengetahui pedoman kehidupan yang benar maka dengan mengikuti panduan rasul tersebut kita aka mendapati ibadah yang benar (QS.Al Anbiya : 25)
Definisi Rasul
Rasul adalah seorang laki-laki yang terpilih dan yang diutus Allah SWT dengan risalah kepada manusia. Rasul merupakan manusia terbaik diantara manusia lainnya, sehingga apa yang dibawa, dibincangkan, dan dilakukan adalah sesuatu yang terpilih dan mulia dibanding dengan manusia lainnya. Fungsi rasul adalah pembawa risalah dan tauladan dalam melaksanakan risalah. Dalam mengenal rasul yang menjalankan peranan pembawa risalah, maka kita perlu mengenal tanda-tanda kerasulan diantaranya adalah :
1. Sifat-sifat yang asas atau mendasar (QS.Al Qalam : 4)
2. Mukjizat (Al Qamar : 1 dan QS.Al Hijr : 9)
3. Berita kedatangannya (Q.S As Saf : 6)
4. Berita kenabian (QS.Al Furqan : 30)
5. Hasil-hasil perbuatannya (QS. Al An’am : 122)
Arti penting keberadaan Rasul
Pembawa risalah yang merupakan rangkaian tak terpisahkan dan berintikan tugas pokok yaitu menegakkan agama Allah (QS. 26 : 13).
Rasul diutus Allah dengan membawa risalah(wahyu) (QS. 12 : 109).
Rasul juga memebawa misi untuk mengajak manusia beribadah kepada Allah (QS. 16 :36).
Peranan dan tugas Rasul
Menyeru manusia untuk menyembah kepada Allah saja (QS. 21 : 25).
Sebagai teladan yang baik (QS. 33 : 21).
Menyampaikan perintah dan larangan Allah kepada manusia.
Menuntun, menunjukkan, membimbing manusia ke jalan yang lurus (QS. 48 : 28).
Memberi peringatan dan kabar gembira kepada manusia (QS. 7 : 188).
Memberi peringatan pada manusia akan tempat kembalinya setelah hidup di dunia, dan memberitahukan peristiwa-peristiwa yang akan mereka hadapi setelah mati (QS. 42 : 42)
Mematahkan alasan manusia yang hendak lari dari tanggungjawab pada hari kiamat (QS. 4 : 165)
Sifat-sifat Rasul
1. Manusia sempurna (QS. Al Furqan : 8)
2. Ma’sum, terpelihara dari kesalahan (QS. Al Maidah : 67)
3. Shiddiq, benar (QS.Az Zumar : 33 dan QS. An-Najm : 3-4)
4. Fathanah, cerdas (QS. Al Fath : 27)
5. Amanah (QS. An Nisa : 58)
6. Tabligh, menyampaikan (QS. Al Maidah : 67)
7. Komitmen yang sempurna (QS. Al Isra : 73)
Kewajiban kita kepada Rasulullah
Kewajiban terhadap risalah Rasul :
1. Membenarkan apa yang dikabarkannya (QS. Az Zumar : 33)
2. Menaati semua perintahnya (QS. An Nur : 51)
3. Menjauhi apa yang dilarangnya (QS. An Hasyr : 7)
4. Tidak dikatakan ibadah kecuali dengan mengikuti syari’atnya (QS. An Nisa : 80)
Kewajiban terhadap Rasul
1. Mengimaninya (QS. Ali Imran : 130)
2. Mencintainya
3. Mengagungkannya (QS. Al Fath : 7)
4. Membelanya (QS. At Taubah : 40)
5. Menghidupkan sunnahnya (QS. Ali Imran : 130)
6. Memperbanyak shalawat (QS. AL Ahzab : 56)
7. Mengikutinya (QS. Ali Imran : 31)
8. Mewarisi risalahnya (QS. Al Fath : 28)
Rasulullah Muhammad SAW
Karakteristik perjuangan dan dakwah Rasul.
Karakteristik Rasul merupakan kepribadian agung yang mencakup segala aspek kehidupan.
Keistimewaan Nabi Muhammad SAW :
Penutup para nabi dan rasul (QS. 33 : 40).
Diutus untuk seluruh manusia, bukan hanya untuk kaum tertentu (QS. 34 : 28).
Diutus hingga hari kiamat (risalahnya berlaku sampai hari kiamat tiba).
Rahmat bagi semesta alam (QS. 21 : 107).
Menyempurnakan ajaran-ajaran yang terdahulu (QS. 2 : 106).
Akhlaq Rasulullah (QS. 3 : 159 dan QS. 9 : 128)
“Akhlaq Rasul adalah Al Qur’an”
Hasil mengikuti ajaran Rasulullah SAW
Kebaikan di dunia adalah dicintai Allah SWT, mendapat petunjuk dari Allah, mendapatkan kemuliaan dan ketenangan. Kebaikan di akhirat mendapatkan syafaat, bercahaya wajahnya, bersama dengan Rasulullah, bersama dengan para orang yang baik lainnya dan mendapatkan kemenangan.
BAB III MENGENAL KEAGUNGAN ALLAH
Perlunya manusia mengenal Allah SWT, karena Allah SWT adalah Tuhan yang menciptakan, memberikan rezeki, memelihara mereka, dst. Karena jika manusia tidak mengenal Allah SWT pastilah mereka menyembah Allah SWT dengan salah, yang dengan sendirinya ibadah yang mereka lakukan akan sia-sia. Adapun dalil-dalil eksistensi Allah SWT adalah naqli, akal, fitrah, panca indra, dan sejarah. Semua dalil tersebut terdapat dalam ayat-ayat Allah SWT baik qauliyah maupun kauniyah, yang menjadi landasan metode mengenal Allah SWT. (QS. Al-Jatsiyah : 3-4)
Menurut Ibnul Qayyim, ma’rifat sebagaimana dikatakan oleh Raghib bermakna memahami sesuatu dengan memikirkan dan merenungkan terhadap pengaruhnya. Ma’rifat itu merupakan ilmu yang harus dilaksanakan, sehingga meliputi ilmu dan amal secara total. Namun ma’rifat tersebut lebih banyak menyangkut aktivitas hati.
Pentingnya Mengenal Allah
Kita butuh mengenal Allah dengan kasih sayang-Nya berupa kenikmatan dalam beramal dan beribadah (QS. Thahaa : 124 ; QS. Al-Baqarah : 216,268 ; QS. Al-Insyirah : 8 ).
• Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu hidupnya (QS. 51 : 56 ) dan tidak tertipu oleh dunia.
• Ma’rifatullah merupakan ilmu tertinggi yang harus dipahami manusia (QS. 6 : 122).
• Memahami ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan dan kebodohan kepada cahaya yang terang (QS. 6 : 122).
• Berhubungan dengan objeknya, yaitu Allah Sang Pencipta.
• Berhubungan dengan manfaat yang akan diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan.
Jalan Mencapai Ma’rifatullah
1. Melihat tanda-tanda kekuasaan Allah SWT (ayat kauniyah) (QS. Ali-Imran : 190-191)
2. Merenungi dan mentadabburi ayat-ayat qauliyah (QS. An-Nisa : 82)
3. Memahami dan mencontoh asmaaul husna (QS. Al-Hasyr : 24)
Dinding Penghalang Ma’rifatullah
1. Kesombongan (QS. 7 : 146 ; QS. 25:21)
2. Dzalim (QS. 4 : 153)
3. Pengukuran diri dalam lingkup kebendaan dan keinderaan (QS. 2 : 55)
4. Dusta (QS. 7 : 176)
5. Membatalkan janji dengan Allah SWT (QS. 2 : 26-27)
6. Lalai (QS. 21 : 1-3)
7. Kelengahan (QS. Al-‘Araf : 17)
8. Berbuat kerusakan
9. Banyak berbuat maksiat
10. Taklid (sikap meniru tanpa berfikir) (QS. Al-Baqarah : 170-171)
11. Sikap keras kepala dan menentang (QS.Al-Hajj : 8-9)
Refleksi Ma’rifatullah
Jika akar ma’rifah ditanam di bumi hati, akan tumbuh pohon cinta. Jika pohon itu telah besar dan kuat, ia akan membuahkan ketaatan. Allah akan memberikan cahaya-Nya pada orang bertaqwa, jalan mencapai sifat taqwa adalah :
1. Mu’ahadah (mengingat perjanjian )(QS. Al Fatihah : 5)
2. Muroqobbah (merasakan kesertaan Allah) “Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan jika memang kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihat kamu.” (HR. Muslim)
3. Muhasabah (intropeksi diri) (QS. Al Hasyr : 18)
4. Mu’aqobah (pemberian sanksi). Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khatab ra pergi ke kebunnya. Ketika pulang didapatinya orang-orang sudah selesai melaksanakan sholat Ashar. Maka beliau berkata : “Aku pergi hanya untuk sebuah kebun, aku pulang orang-orang sudah sholat Ashar!,,,kini kebunku aku jadikan shadaqah buat orang-orang miskin.”
5. Mujahadah (optimalisasi dengan sungguh-sungguh) (QS. Al-Ankabut : 69)
Kita butuh mengenal Allah dengan kasih sayang-Nya berupa kenikmatan dalam beramal dan beribadah (QS. Thahaa : 124 ; QS. Al-Baqarah : 216,268 ; QS. Al-Insyirah : 8 ).
• Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu hidupnya (QS. 51 : 56 ) dan tidak tertipu oleh dunia.
• Ma’rifatullah merupakan ilmu tertinggi yang harus dipahami manusia (QS. 6 : 122).
• Memahami ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan dan kebodohan kepada cahaya yang terang (QS. 6 : 122).
• Berhubungan dengan objeknya, yaitu Allah Sang Pencipta.
• Berhubungan dengan manfaat yang akan diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan.
Jalan Mencapai Ma’rifatullah
1. Melihat tanda-tanda kekuasaan Allah SWT (ayat kauniyah) (QS. Ali-Imran : 190-191)
2. Merenungi dan mentadabburi ayat-ayat qauliyah (QS. An-Nisa : 82)
3. Memahami dan mencontoh asmaaul husna (QS. Al-Hasyr : 24)
Dinding Penghalang Ma’rifatullah
1. Kesombongan (QS. 7 : 146 ; QS. 25:21)
2. Dzalim (QS. 4 : 153)
3. Pengukuran diri dalam lingkup kebendaan dan keinderaan (QS. 2 : 55)
4. Dusta (QS. 7 : 176)
5. Membatalkan janji dengan Allah SWT (QS. 2 : 26-27)
6. Lalai (QS. 21 : 1-3)
7. Kelengahan (QS. Al-‘Araf : 17)
8. Berbuat kerusakan
9. Banyak berbuat maksiat
10. Taklid (sikap meniru tanpa berfikir) (QS. Al-Baqarah : 170-171)
11. Sikap keras kepala dan menentang (QS.Al-Hajj : 8-9)
Refleksi Ma’rifatullah
Jika akar ma’rifah ditanam di bumi hati, akan tumbuh pohon cinta. Jika pohon itu telah besar dan kuat, ia akan membuahkan ketaatan. Allah akan memberikan cahaya-Nya pada orang bertaqwa, jalan mencapai sifat taqwa adalah :
1. Mu’ahadah (mengingat perjanjian )(QS. Al Fatihah : 5)
2. Muroqobbah (merasakan kesertaan Allah) “Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan jika memang kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihat kamu.” (HR. Muslim)
3. Muhasabah (intropeksi diri) (QS. Al Hasyr : 18)
4. Mu’aqobah (pemberian sanksi). Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khatab ra pergi ke kebunnya. Ketika pulang didapatinya orang-orang sudah selesai melaksanakan sholat Ashar. Maka beliau berkata : “Aku pergi hanya untuk sebuah kebun, aku pulang orang-orang sudah sholat Ashar!,,,kini kebunku aku jadikan shadaqah buat orang-orang miskin.”
5. Mujahadah (optimalisasi dengan sungguh-sungguh) (QS. Al-Ankabut : 69)
BAB II MEMAHAMI MAKNA SYAHADATAIN
MEMAHAMI MAKNA SYAHADATAIN
Kalimat syahadatain adalah kalimat yang tidak asing lagi bagi umat islam. Kita senantiasa menyebutnya setiap hari, misalnya ketika sholat dan azan. Kalimat syahadatain sering diucapkan oleh umat Islam dalam berbagai keadaan. Kita menghafal kalimat syahadah dan dapat menyebutnya dengan fasih, namun demikian sejauh manakah kesan kalimat syahadatain ini, sejauh mana ia dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam?
Pertanyaan tersebut perlu dijawab dengan realita yang ada. Tingkah laku umat Islam yang terpengaruh dengan budaya jahiliyah atau cara hidup barat memberi gambaran bahwa syahadah tidak cukup memberi pengaruh, terbukti mereka masih melakukan perkara-perkara yang dilarang Allah dan meninggalkan perintah-Nya, memberi kesetiaan bukan kepada kaum muslimin, atau tidak mensyukuri sesuatu yang diberikan kepada mereka.
Kalimat syahadah merupakan asas utama dan landasan penting bagi rukun Islam. Tanpa syahadah maka rukun Islam lainnya akan runtuh, begitu juga dengan rukun iman. Tegaknya syahadah dalam kehidupan individu akan menegakkan ibadah dan dien dalam hidup kita. Dengan syahadatain terwujudlah sikap ruhani yang akan memberikan motivasi kepada tingkah laku jasmaniah dan akal fikiran serta memotivasi kita untuk melaksanakan rukun Islam lainnya.
Syahadatain adalah rukun Islam yang pertama. Pentingnya syahadah ini karena syahadah sebagai dasar bagi rukun Islam yang lain dan sebagai tiang untuk rukun iman dan dien. Syahadatain ini menjadi ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Oleh sebab itu, sangat penting syahadah dalam kehidupan setiap muslim.
Urgensi Syahadatain
1. Pintu gerbang masuk ke dalam Islam, sahnya iman seseorang adalah dengan menyebutkan syahadatain. Kesempurnaan iman seseorang bergantung kepada pemahaman dan pengamalan syahadatain. Syahadatain membedakan manusia kepada muslim dan kafir. Pada dasarnya setiap manusia telah bersyahadah Rububiyah di alam arwah.
2. Intisari ajaran Islam, pemahaman muslim terhadap Islam bergantung kepada pemahamannya terhadap syahadatain. Sebab seluruh ajaran Islam terdapat dalam dua kalimat yang sederhana ini. (QS. Ali-Imran : 85)
Ada 3 hal prinsip syahadatain :
Pernyataan Laa ilaha illa Allah merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah saja.
Menyebut Muhammad Rasulullah merupakan dasar penerimaan cara penghambaan itu dari Muhammad Saw. Dan Rasulullah adalah tauladan dalam mengikuti Manhaj Allah (QS. 21 : 25)
Penghambaan kepada Allah meliputi seluruh aspek kehidupan
3. Merupakan pembeda seorang muslim dan kafir (QS. An-Nur : 39 ; QS. Al-Furqan : 23)
4. Dasar-dasar perubahan total : pribadi dan masyarakat, syahadatain mampu merubah manusia dalam aspek keyakinan, pemikiran, maupun jalan hidupnya. Perubahan meliputi berbagai aspek kehidupan manusia secara individu atau masyarakat. (QS. Al-An’aam : 122)
5. Hakikat dakwah para rasul, setiap rasul mengajak nabi Adam AS, hingga nabi besar Muhammad SAW, membawa misi dakwahnya adalah syahadah. Apa yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW sama dengan apa yang diwahyukan kepada nabi-nabi sebelum nya. (QS.An Nisa : 163)
6. Keutamaan yang besar, banyak ganjaran yang diberikan oleh Allah SWT dan dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW. Diantaranya seseorang akan dimasukkan kedalam syurga dan akan dikeluarkan dari neraka.
Pengertian Asy-hadu (Bersyahadat)
Al-I’lan (QS. Ali-Imran : 46)
Syahadat sebagai pernyataan bahwa dirinya terbebas dari semua ikatan kecuali ikatan kepada Allah.
Al-Wa’du (QS. Al-A’raf : 172)
Syahadat sebagai janji untuk menjadikan Allah sebagai Rabb dengan segala hak-Nya.
Al-Qasamu (QS. Al-Munafiquun : 1-2)
Syahadat sebagai sumpah untuk memperkuat pernyataan dan perjanjiannya.
Pengertian syahadah menyatakan, bersumpah dan berjanji. Dengan harapan orang-orang yang telah bersyahadah dapat istiqamah, sehingga ia menjadi berani, tenang dan senantiasa optimis dalam menghadapi kenyataan hidup dan penantian akhirat. Dengan demikian ia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Makna Syahadatain
Kalimat “Laa Ilaaha Illallah” sebagai syahadat uluhiyah (QS. Al-Baqarah : 165,225)
Merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah saja. Merupakan bentuk penolakan yang menghilangkan/menghancurkan seluruh bentuk Ilah (penyembahan) diikuti dengan mengukuhkan Allah saja sebagai satu-satu nya Ilah (yang Haq).
Kalimat “Muhammadur Rasulullah” sebagai syahadat risalah (QS. Al-A’raf : 158 ; QS. Al-Ahzab : 21 ; QS. At-Taubah : 128 ; QS. Fushilat : 44 ; QS. Al-Baqarah : 256)
Menaati apa yang diperintahkannya, membenarkan apa yang diucapkannya, menjauhi apa yang dilarang dan menyembah Allah dengan cara yang disyariatkan.
Kalimat syahadatain adalah kalimat yang tidak asing lagi bagi umat islam. Kita senantiasa menyebutnya setiap hari, misalnya ketika sholat dan azan. Kalimat syahadatain sering diucapkan oleh umat Islam dalam berbagai keadaan. Kita menghafal kalimat syahadah dan dapat menyebutnya dengan fasih, namun demikian sejauh manakah kesan kalimat syahadatain ini, sejauh mana ia dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam?
Pertanyaan tersebut perlu dijawab dengan realita yang ada. Tingkah laku umat Islam yang terpengaruh dengan budaya jahiliyah atau cara hidup barat memberi gambaran bahwa syahadah tidak cukup memberi pengaruh, terbukti mereka masih melakukan perkara-perkara yang dilarang Allah dan meninggalkan perintah-Nya, memberi kesetiaan bukan kepada kaum muslimin, atau tidak mensyukuri sesuatu yang diberikan kepada mereka.
Kalimat syahadah merupakan asas utama dan landasan penting bagi rukun Islam. Tanpa syahadah maka rukun Islam lainnya akan runtuh, begitu juga dengan rukun iman. Tegaknya syahadah dalam kehidupan individu akan menegakkan ibadah dan dien dalam hidup kita. Dengan syahadatain terwujudlah sikap ruhani yang akan memberikan motivasi kepada tingkah laku jasmaniah dan akal fikiran serta memotivasi kita untuk melaksanakan rukun Islam lainnya.
Syahadatain adalah rukun Islam yang pertama. Pentingnya syahadah ini karena syahadah sebagai dasar bagi rukun Islam yang lain dan sebagai tiang untuk rukun iman dan dien. Syahadatain ini menjadi ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Oleh sebab itu, sangat penting syahadah dalam kehidupan setiap muslim.
Urgensi Syahadatain
1. Pintu gerbang masuk ke dalam Islam, sahnya iman seseorang adalah dengan menyebutkan syahadatain. Kesempurnaan iman seseorang bergantung kepada pemahaman dan pengamalan syahadatain. Syahadatain membedakan manusia kepada muslim dan kafir. Pada dasarnya setiap manusia telah bersyahadah Rububiyah di alam arwah.
2. Intisari ajaran Islam, pemahaman muslim terhadap Islam bergantung kepada pemahamannya terhadap syahadatain. Sebab seluruh ajaran Islam terdapat dalam dua kalimat yang sederhana ini. (QS. Ali-Imran : 85)
Ada 3 hal prinsip syahadatain :
Pernyataan Laa ilaha illa Allah merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah saja.
Menyebut Muhammad Rasulullah merupakan dasar penerimaan cara penghambaan itu dari Muhammad Saw. Dan Rasulullah adalah tauladan dalam mengikuti Manhaj Allah (QS. 21 : 25)
Penghambaan kepada Allah meliputi seluruh aspek kehidupan
3. Merupakan pembeda seorang muslim dan kafir (QS. An-Nur : 39 ; QS. Al-Furqan : 23)
4. Dasar-dasar perubahan total : pribadi dan masyarakat, syahadatain mampu merubah manusia dalam aspek keyakinan, pemikiran, maupun jalan hidupnya. Perubahan meliputi berbagai aspek kehidupan manusia secara individu atau masyarakat. (QS. Al-An’aam : 122)
5. Hakikat dakwah para rasul, setiap rasul mengajak nabi Adam AS, hingga nabi besar Muhammad SAW, membawa misi dakwahnya adalah syahadah. Apa yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW sama dengan apa yang diwahyukan kepada nabi-nabi sebelum nya. (QS.An Nisa : 163)
6. Keutamaan yang besar, banyak ganjaran yang diberikan oleh Allah SWT dan dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW. Diantaranya seseorang akan dimasukkan kedalam syurga dan akan dikeluarkan dari neraka.
Pengertian Asy-hadu (Bersyahadat)
Al-I’lan (QS. Ali-Imran : 46)
Syahadat sebagai pernyataan bahwa dirinya terbebas dari semua ikatan kecuali ikatan kepada Allah.
Al-Wa’du (QS. Al-A’raf : 172)
Syahadat sebagai janji untuk menjadikan Allah sebagai Rabb dengan segala hak-Nya.
Al-Qasamu (QS. Al-Munafiquun : 1-2)
Syahadat sebagai sumpah untuk memperkuat pernyataan dan perjanjiannya.
Pengertian syahadah menyatakan, bersumpah dan berjanji. Dengan harapan orang-orang yang telah bersyahadah dapat istiqamah, sehingga ia menjadi berani, tenang dan senantiasa optimis dalam menghadapi kenyataan hidup dan penantian akhirat. Dengan demikian ia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Makna Syahadatain
Kalimat “Laa Ilaaha Illallah” sebagai syahadat uluhiyah (QS. Al-Baqarah : 165,225)
Merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah saja. Merupakan bentuk penolakan yang menghilangkan/menghancurkan seluruh bentuk Ilah (penyembahan) diikuti dengan mengukuhkan Allah saja sebagai satu-satu nya Ilah (yang Haq).
Kalimat “Muhammadur Rasulullah” sebagai syahadat risalah (QS. Al-A’raf : 158 ; QS. Al-Ahzab : 21 ; QS. At-Taubah : 128 ; QS. Fushilat : 44 ; QS. Al-Baqarah : 256)
Menaati apa yang diperintahkannya, membenarkan apa yang diucapkannya, menjauhi apa yang dilarang dan menyembah Allah dengan cara yang disyariatkan.
BAB I ISLAM JALAN KAMI
ISLAM JALAN KAMI
Pengertian Ad-Dien Islam
Secara bahasa makna Islam adalah :
1. Istislam : menyerahkan diri (QS. Ali Imran : 83)
2. As-Salam : keselamatan (QS. Al-Maidah : 16)
3. As-Silmi : damai (QS.Al-Baqarah : 208)
4. As-Salim : bersih (QS.Asy Syu’araa’ : 88-89)
Secara terminologis, menurut Said Hawwa dalam bukunya Al-Islam, Al-Islam adalah “menerima segala perintah dan larangan Allah SWT, yang telah diwahyukan kepada para nabi dan rasul.”
Pilar-Pilar Islam
1. Aqidah (QS. Al Baqarah : 285)
Memberikan petunjuk kepada manusia tentang keimanan pada Allah SWT, iman kepada para malaikat, kitab-kitab suci, para nabi serta hari akhir.
2. Ibadah (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Tugas manusia di muka bumi tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah semata.
3. Akhlaq (QS. Qalam : 4)
Allah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi manusia
4. Perundang – undangan (QS. An-Nisa : 176)
Allah telah menetapkan dalam kitab-Nya hal-hal yang halal, haram, mubah, dan lain-lain.
Karakteristik Dienul Al-Islam
1. Rabbaniyah : bersumber langsung dari Allah SWT.
Islam bukan rekayasa manusia, melainkan 100% merupakan manhaj Rabbani. Segi aqidah, ibadah, adab susila, moral, syariat dan peraturannya itu semuanya bersumber dari Allah SWT. (QS. Al An’aam : 115).
2. Insaniyah ‘Alamiyah : humanisme yang bersifat universal.
Islam ditampilkan sebagai cahaya petunjuk bagi seluruh umat manusia, bukan hanya untuk suatu kaum atau golongan tertentu. (QS. Saba’: 28)
3. Syaamil Mutakamil : integral menyeluruh dan sempurna.
Islam membicarakan seluruh sisi kehidupan manusia, dari mulai masalah atau pekerjaan yang kecil sampai yang sangat besar sekalipun, dan Islam memformat dengan sempurna melalui pengaturannya serta menerangkan hukumnya. (QS.An-Nahl : 89)
4. Al-Basathoh : mudah.
Islam merupakan solusi bagi berbagai macam permasalahan, bukan untuk membebani manusia dengan suatu kewajiban.(QS.Al-Baqarah : 286)
5. Al-‘Adalah : keadilan.
Al Islam datang untuk menegakkan keadilan secara mutlak. (QS. Al-Maidah : 8)
6. Tawazun : keseimbangan.
Al Islam dan seluruh ajarannya mengajarkan untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum, antara jasad dan ruh, serta antara dunia dan akhirat. (QS.AL Qashash : 77)
7. Tsabat wa Murunah : perpaduan antara keteguhan prinsip dan fleksibelitas.
Tsabat artinya tidak berubah oleh apapun dan murunah artinya menerima perubahan sepanjang tidak menyimpang dari batas syariat. Tsabat pada pokok-pokok dan tujuannya. Murunah pada cabang-cabang dan sarana-sarana serta cara-caranya (sarana dan prasarana).
Tujuan Al Islam
1. Membangun individu yang shaleh.
2. Membangun keluarga yang shaleh.
3. Membangun masyarakat yang shaleh.
4. Membangun umat yang shaleh.
5. Membangun baldatun thayyibatun wa rabun ghafur.
6. Dakwah (seruan) kepada kebaikan umat manusia (QS. Al Anbiyaa : 107).
Kembali ke dalam naungan Al-Islam
Islam adalah satu-satunya solusi dan dengan kembali ke bawah naungan Islamlah kehidupan di bumi ini akan aman,tentram, damai.
“Jadilah lilin diantara kegelapan
Jadilah mata air di tengah gurun pasir
Jadilah hujan di tengah kemarau
Jadilah kumbang diantara bunga yang mekar
Dan jadilah orang yang berarti walau untuk 1 orang”
Jadilah mata air di tengah gurun pasir
Jadilah hujan di tengah kemarau
Jadilah kumbang diantara bunga yang mekar
Dan jadilah orang yang berarti walau untuk 1 orang”
ISLAM JALAN KAMI
Pengertian Ad-Dien Islam
Secara bahasa makna Islam adalah :
1. Istislam : menyerahkan diri (QS. Ali Imran : 83)
2. As-Salam : keselamatan (QS. Al-Maidah : 16)
3. As-Silmi : damai (QS.Al-Baqarah : 208)
4. As-Salim : bersih (QS.Asy Syu’araa’ : 88-89)
Secara terminologis, menurut Said Hawwa dalam bukunya Al-Islam, Al-Islam adalah “menerima segala perintah dan larangan Allah SWT, yang telah diwahyukan kepada para nabi dan rasul.”
Pilar-Pilar Islam
1. Aqidah (QS. Al Baqarah : 285)
Memberikan petunjuk kepada manusia tentang keimanan pada Allah SWT, iman kepada para malaikat, kitab-kitab suci, para nabi serta hari akhir.
2. Ibadah (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Tugas manusia di muka bumi tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah semata.
3. Akhlaq (QS. Qalam : 4)
Allah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi manusia
4. Perundang – undangan (QS. An-Nisa : 176)
Allah telah menetapkan dalam kitab-Nya hal-hal yang halal, haram, mubah, dan lain-lain.
Karakteristik Dienul Al-Islam
1. Rabbaniyah : bersumber langsung dari Allah SWT.
Islam bukan rekayasa manusia, melainkan 100% merupakan manhaj Rabbani. Segi aqidah, ibadah, adab susila, moral, syariat dan peraturannya itu semuanya bersumber dari Allah SWT. (QS. Al An’aam : 115).
2. Insaniyah ‘Alamiyah : humanisme yang bersifat universal.
Islam ditampilkan sebagai cahaya petunjuk bagi seluruh umat manusia, bukan hanya untuk suatu kaum atau golongan tertentu. (QS. Saba’: 28)
3. Syaamil Mutakamil : integral menyeluruh dan sempurna.
Islam membicarakan seluruh sisi kehidupan manusia, dari mulai masalah atau pekerjaan yang kecil sampai yang sangat besar sekalipun, dan Islam memformat dengan sempurna melalui pengaturannya serta menerangkan hukumnya. (QS.An-Nahl : 89)
4. Al-Basathoh : mudah.
Islam merupakan solusi bagi berbagai macam permasalahan, bukan untuk membebani manusia dengan suatu kewajiban.(QS.Al-Baqarah : 286)
5. Al-‘Adalah : keadilan.
Al Islam datang untuk menegakkan keadilan secara mutlak. (QS. Al-Maidah : 8)
6. Tawazun : keseimbangan.
Al Islam dan seluruh ajarannya mengajarkan untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum, antara jasad dan ruh, serta antara dunia dan akhirat. (QS.AL Qashash : 77)
7. Tsabat wa Murunah : perpaduan antara keteguhan prinsip dan fleksibelitas.
Tsabat artinya tidak berubah oleh apapun dan murunah artinya menerima perubahan sepanjang tidak menyimpang dari batas syariat. Tsabat pada pokok-pokok dan tujuannya. Murunah pada cabang-cabang dan sarana-sarana serta cara-caranya (sarana dan prasarana).
Tujuan Al Islam
1. Membangun individu yang shaleh.
2. Membangun keluarga yang shaleh.
3. Membangun masyarakat yang shaleh.
4. Membangun umat yang shaleh.
5. Membangun baldatun thayyibatun wa rabun ghafur.
6. Dakwah (seruan) kepada kebaikan umat manusia (QS. Al Anbiyaa : 107).
Kembali ke dalam naungan Al-Islam
Islam adalah satu-satunya solusi dan dengan kembali ke bawah naungan Islamlah kehidupan di bumi ini akan aman,tentram, damai.
“Jadilah lilin diantara kegelapan
Jadilah mata air di tengah gurun pasir
Jadilah hujan di tengah kemarau
Jadilah kumbang diantara bunga yang mekar
Dan jadilah orang yang berarti walau untuk 1 orang”
Jadilah mata air di tengah gurun pasir
Jadilah hujan di tengah kemarau
Jadilah kumbang diantara bunga yang mekar
Dan jadilah orang yang berarti walau untuk 1 orang”
Sabtu, 20 Maret 2010
MAI Perdana
Alhamdulillah,,
Akhirnya perdana MAI terlaksana juga..
Semoga semua peserta dapat menerima dengan baik apa yang kami, panitia MAI, telah siapkan. Semua ini demi kebaikan adik-adik kami se-MIPA..
Semangat terus datang MAI nya...
Dan tunggu reward kami selanjutnya, "MAI'er of The Week"
Akhirnya perdana MAI terlaksana juga..
Semoga semua peserta dapat menerima dengan baik apa yang kami, panitia MAI, telah siapkan. Semua ini demi kebaikan adik-adik kami se-MIPA..
Semangat terus datang MAI nya...
Dan tunggu reward kami selanjutnya, "MAI'er of The Week"
Rabu, 10 Maret 2010
SERUnya Grand Opening MAI 2010
Langganan:
Postingan (Atom)

















































