Rabu, 14 April 2010

BAB II MEMAHAMI MAKNA SYAHADATAIN

MEMAHAMI MAKNA SYAHADATAIN

Kalimat syahadatain adalah kalimat yang tidak asing lagi bagi umat islam. Kita senantiasa menyebutnya setiap hari, misalnya ketika sholat dan azan. Kalimat syahadatain sering diucapkan oleh umat Islam dalam berbagai keadaan. Kita menghafal kalimat syahadah dan dapat menyebutnya dengan fasih, namun demikian sejauh manakah kesan kalimat syahadatain ini, sejauh mana ia dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam?
 Pertanyaan tersebut perlu dijawab dengan realita yang ada. Tingkah laku umat Islam yang terpengaruh dengan budaya jahiliyah atau cara hidup barat memberi gambaran bahwa syahadah tidak cukup memberi pengaruh, terbukti mereka masih melakukan perkara-perkara yang dilarang Allah dan meninggalkan perintah-Nya, memberi kesetiaan bukan kepada kaum muslimin, atau tidak mensyukuri sesuatu yang diberikan kepada mereka.
 Kalimat syahadah merupakan asas utama dan landasan penting bagi rukun Islam. Tanpa syahadah maka rukun Islam lainnya akan runtuh, begitu juga dengan rukun iman. Tegaknya syahadah dalam kehidupan individu akan menegakkan ibadah dan dien dalam hidup kita. Dengan syahadatain terwujudlah sikap ruhani yang akan memberikan motivasi kepada tingkah laku jasmaniah dan akal fikiran serta memotivasi kita untuk melaksanakan rukun Islam lainnya.
 Syahadatain adalah rukun Islam yang pertama. Pentingnya syahadah ini karena syahadah sebagai dasar bagi rukun Islam yang lain dan sebagai tiang untuk rukun iman dan dien. Syahadatain ini menjadi ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Oleh sebab itu, sangat penting syahadah dalam kehidupan setiap muslim.

Urgensi Syahadatain
1. Pintu gerbang masuk ke dalam Islam, sahnya iman seseorang adalah dengan menyebutkan syahadatain. Kesempurnaan iman seseorang bergantung kepada pemahaman dan pengamalan syahadatain. Syahadatain membedakan manusia kepada muslim dan kafir. Pada dasarnya setiap manusia telah bersyahadah Rububiyah di alam arwah.
2. Intisari ajaran Islam, pemahaman muslim terhadap Islam bergantung kepada pemahamannya terhadap syahadatain. Sebab seluruh ajaran Islam terdapat dalam dua kalimat yang sederhana ini. (QS. Ali-Imran : 85)
Ada 3 hal prinsip syahadatain :
 Pernyataan Laa ilaha illa Allah merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah saja.
 Menyebut Muhammad Rasulullah merupakan dasar penerimaan cara penghambaan itu dari Muhammad Saw. Dan Rasulullah adalah tauladan dalam mengikuti Manhaj Allah (QS. 21 : 25)
 Penghambaan kepada Allah meliputi seluruh aspek kehidupan
3. Merupakan pembeda seorang muslim dan kafir (QS. An-Nur : 39 ; QS. Al-Furqan : 23)
4. Dasar-dasar perubahan total : pribadi dan masyarakat, syahadatain mampu merubah manusia dalam aspek keyakinan, pemikiran, maupun jalan hidupnya. Perubahan meliputi berbagai aspek kehidupan manusia secara individu atau masyarakat. (QS. Al-An’aam : 122)
5. Hakikat dakwah para rasul, setiap rasul mengajak nabi Adam AS, hingga nabi besar Muhammad SAW, membawa misi dakwahnya adalah syahadah. Apa yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW sama dengan apa yang diwahyukan kepada nabi-nabi sebelum nya. (QS.An Nisa : 163)
6. Keutamaan yang besar, banyak ganjaran yang diberikan oleh Allah SWT dan dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW. Diantaranya seseorang akan dimasukkan kedalam syurga dan akan dikeluarkan dari neraka.

Pengertian Asy-hadu (Bersyahadat)
 Al-I’lan (QS. Ali-Imran : 46)
Syahadat sebagai pernyataan bahwa dirinya terbebas dari semua ikatan kecuali ikatan kepada Allah.
 Al-Wa’du (QS. Al-A’raf : 172)
Syahadat sebagai janji untuk menjadikan Allah sebagai Rabb dengan segala hak-Nya.
 Al-Qasamu (QS. Al-Munafiquun : 1-2)
Syahadat sebagai sumpah untuk memperkuat pernyataan dan perjanjiannya.

Pengertian syahadah menyatakan, bersumpah dan berjanji. Dengan harapan orang-orang yang telah bersyahadah dapat istiqamah, sehingga ia menjadi berani, tenang dan senantiasa optimis dalam menghadapi kenyataan hidup dan penantian akhirat. Dengan demikian ia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Makna Syahadatain
 Kalimat “Laa Ilaaha Illallah” sebagai syahadat uluhiyah (QS. Al-Baqarah : 165,225)
 Merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah saja. Merupakan bentuk penolakan yang menghilangkan/menghancurkan seluruh bentuk Ilah (penyembahan) diikuti dengan mengukuhkan Allah saja sebagai satu-satu nya Ilah (yang Haq).
 Kalimat “Muhammadur Rasulullah” sebagai syahadat risalah (QS. Al-A’raf : 158 ; QS. Al-Ahzab : 21 ; QS. At-Taubah : 128 ; QS. Fushilat : 44 ; QS. Al-Baqarah : 256)
Menaati apa yang diperintahkannya, membenarkan apa yang diucapkannya, menjauhi apa yang dilarang dan menyembah Allah dengan cara yang disyariatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar